POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama menyampaikan, pihaknya tengah mengkaji penurunan harga tiket pesawat.
Rencana intervensi harga tiket pesawat itu lantaran terlihat ada penurunan signifikan jumlah penumpang.
Adapun pembahasan tersebut dilakukan bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
PT Angkasa Pura II (Persero) memproyeksikan hingga akhir tahun penumpang di 16 bandara hanya mencapai 90,5 juta. Angka tersebut turun 18,5 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 112,6 juta.
“Salah satu faktor utamanya (kunjungan wisman) kan harga tiket, itu juga ada laporannya untuk AP 2 untuk soal masalah turunnya jumlah okupansi,” katanya.
Dikatakan Wishnutama, rencana penurunan harga tiket pesawat ini bukanlah pekerjaan yang sederhana.
Pasalnya, terdapat banyak komponen pembentuk harga tiket seperti harga bahan bakar pesawat atau avtur, leasing, dan sebagainya.
“Jadi, kita harus lihat secara komprehensif gimana cara menekan harga tiket agar kompetitif,” ucapnya.
Dengan rata-rata harga tiket saat ini dia memperkirakan kunjungan wisman hanya akan mencapai 16,3 juta orang. Proyeksi ini lebih rendah dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 18 juta kunjungan.
Sementara, lanjutnya, target devisa dari sektor pariwisata adalah sebesar USD 20 miliar. Pihaknya optimistis, per September 2019, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sudah mencapai USD 19,29 miliar.
(jpc/pojoksatu)


Thursday January 01, 1970