POJOKSATU.id, JAKARTA – Tingkat okupansi hotel dan restoran melonjak pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Rainier H. Daulay.
“Iya (lebih dari 100 persen) ke restoran, orang berlibur ke daerah hanya makan di hotel itu kan hanya makan pagi atau malam chrismast eve dinner dan nanti ada lagi malam tahun baru, tapi rata-rata mereka makan diluar, ngapain jauh-jauh tapi nggak cobain makanan daerahnya,” paparnya dilansir dari JawaPos.com.
Lebih lanjut disebutkan, mayoritas pemudik berlibur adalah untuk mengunjungi sanak keluarga.
Maka dari itu, untuk kenaikan permintaan kamar, dirasa belum sebaik wisatawan yang berkunjung ke restoran.
“Di daerah pasti naik hotel, saya tidak punya data lengkap karena kan baru ya dan belum selesai (libur Nataru), orang masih sibuk ngurusin properti masing-masing, tapi dari pantauan saya tidak ada yang 100 persen, mencapai 82 persen saja sudah bagus,” tuturnya.
Selain berkunjung ke rumah keluarga, makin banyaknya objek wisata di kota-kota lain juga membuat wisatawan memiliki beberapa lokasi untuk berlibur. Dengan begitu, okupansi kamar hotel pun terbagi ke beberapa kota.
“Sekarang kan objek (wisata) banyak, tidak seperti dulu, contoh Bali, itu selalu 100 persen, tahun-tahun sekarang tidak sampai 100 persen, ini kita ambil rata-rata ya,” ujarnya.
Dirinya menambahkan, destinasi yang biasanya dikunjungi oleh para pemudik adalah kota yang memiliki objek wisata yang bervariasi. Mulai dari Bandung, Jogjakarta, Solo hingga Sumatera Utara.
(jpc/pojoksatu)


Thursday January 01, 1970