POJOKSATU.id, SURABAYA – Arus kunjungan wisatawan asing ke Jatim dinilai belum maksimal.
Karena itu, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Jawa Timur mengharapkan penambahan penerbangan langsung alias direct flight dari mancanegara ke beberapa kota selain Surabaya.
Ketua Asita Jatim Arifudinsyah mengatakan, bandara di Banyuwangi dan Sumenep mampu melayani penerbangan langsung dari luar negeri.
Namun, hanya penerbangan dengan pesawat kecil. “Di bandara internasional Surabaya, frekuensi direct flight-nya kurang,” ucapnya.
Dikatakan, dengan menciptakan rute penerbangan langsung ke Banyuwangi dan Sumenep, kunjungan wisman ke Jatim bakal bertambah.
Mengapa sektor pariwisata Jatim mengandalkan turis mancanegara? Menurut Arif, meskipun sudah turun, harga tiket pesawat untuk rute domestik belum bisa meningkatkan kunjungan wisatawan.
Terlebih lagi, saat harganya melambung tinggi beberapa waktu lalu, sektor pariwisata terdampak sangat serius.
“Penurunannya sampai 50 persen,” ujarnya. Sementara itu, harga tiket pesawat rute mancanegara relatif murah dan stabil.
Menurut dia, seharusnya pemerintah dan para pelaku industri pariwisata bisa memanfaatkan celah itu.
“Kami juga sedang menyiapkan Banyuwangi untuk menjadi pintu masuk ke Jatim lewat penerbangan Kuala Lumpur–Banyuwangi,” tuturnya.
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, wisatawan asing asal Malaysia masih dominan.
Disebutkan, kunjungan wisatawan mancanegara pada Juni meningkat 58,64 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Namun, jumlah tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Pada semester pertama tahun ini, total wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jatim tercatat 109.759 orang.
Angka itu 7,84 persen lebih sedikit jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018.
(jpnn/pojoksatu)


Thursday January 01, 1970