POJOKSATU.id, JAKARTA – Hari ini, nilai tukar Rupiah kembali melemah. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) menunjukkan rupiah berada pada level Rp 14.859 per USD.
Pelemahan itu terjadi lantaran ekspektasi pasar terhadap defisit neraca perdagangan Indonesia di Agustus 2018 terlalu berlebihan.
Hal ini diungkapkan Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo.
Dikatakan, kenyataanya, defisit neraca perdagangan periode Agustus 2018 malah tekor USD 1,02 miliar.
Meski mengalami sedikit perbaikan dibanding bulan lalu yang sebesar USD 2,03 miliar, namun ekspetasi pasar melebihi dosis perbaikan itu, sehingga Rupiah di pasar spot tertekan sepanjang perdagangan hari ini.
“Harapan pasar mungkin lebih dari itu dan kita tentu lihat seperti tadi bahwa butuh waktu karena tidak bisa langsung impor dipotong. Kita lihat prosesnya ada progres bagaimana defisit itu dari neraca perdagangan lebih kecil,” ujarnya, dilansir JawaPos.
Meski begitu, pihaknya optimis kedepannya akan terjadi penguatan. Hal itu dipicu oleh perkiraan perbaikan defisit transaksi berjalan pada kuartal III-2018.
“Yang penting kita lihat sekarang sisi tekanan ke rupiah dari neraca perdagangan seharusnya membaik karena kita membandingkan dengan bulan lalu, kecuali estimasi pasar lebih rendah defisitnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, pemerintah saat ini juga terus melakukan upaya dalam mendorong peningkatan ekspor dan mengurangi impor.
Harapannya, defisit neraca perdagangan bisa lebih baik dan peningkatan ekspor terjadi.
(hap/JPC/pojoksatu)