POJOKSATU.id, JAKARTA – Perusahaan pertambangan Bumigas Energi akhirnya mengadukan dugaan pelanggaran kode etik Ketua Majelis Arbitrase Anangga Roosdiono dan Sekertaris Arbitrase Eko Dwi Prasetiyo ke Dewan Pengurus Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).
Kuasa Hukum Bumigas, Bambang Siswanto menjelaskan duduk persoalan ini bermula ketika kliennya bersengketa melawan PT Geo Dipa Energi terkait masalah izin pertambangan di BANI.
“Ini tercantum dalam perkara arbitrase nomor 922/II/ARB-BANI/2017,” kata Bambang melalui keterangan pers, Selasa (18/9/2018).
Menurut Bambang, awal mulanya terjadi adanya dugaan pelanggaran kode etik ini lantaran Direktur Bumigas David Randing menerima pesan singkat melalui WhatsApp dari salah satu anggota majelis arbitrase.
“Isi pesan tersebut adanya permainan antara ketua majelis arbitrase dengan sekertaris majelis, sehingga merugikan pihak Bumigas Energi,” ungkapnya.
Tak hanya itu, lanjut Bambang, pada Jumat (14/9/2018), pengadu menerima surat dari BANI berisi undangan
klarifikasi terhadap laporan yang sudah dibuat pengadu.
“Surat tersebut menandakan keseriusan BANI menyikapi dugaan pelanggaran kode etik yang diajukan Bumigas Energi. Karena selama ini Bumigas yakin BANI memiliki sistem yang mengatur adanya pelanggaran kode etik yang melibatkan arbiter maupun panitera persidangan,” tandasnya.
(fir/pojoksatu)