POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintah maupun Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyepakati asumsi dasar nilai tukar rupiah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019.
Akan tetapi, nilai tukar dalam asumsi tersebut masih bisa lebih melemah lagi.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara tidak memungkiri kemungkinan tersebut.
Dikatakan, salah satu faktor pendorongnya adalah kenaikan suku bunga The Fed serta perang dagang Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) yang masih berlangsung.
“Dengan Komisi XI, disepakati Rp14.400 per dolar AS, tapi kami lihat adanya potensi pelemahan karena range BI Rp 14.300-Rp 14.700. Jadi, kami pahami di dalam range itu masih bisa terjadi tahun depan. 14.400 – 14.700 masih sangat mungkin terjadi ke depannya,” ujarnya, dilansir JawaPos.
Terkait pelemahan nilai tukar rupiah hingga hampir menyentuh Rp 15 ribu, diakuinya tidak bisa dihindari.
Meski begitu,pihaknya optimistis jika tahun depan pelemahan tersebut tidak akan terulang.
(hap/JPC/pojoksatu)